Khutbah; IDUL FITRI
Ditulis oleh daruttaqwa di/pada 24 September 2008
اَلسَّلاَمُ عَلَيـْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبـَرَكَاتـُهُ
الله أكبرx 3 الله أكبر x 3 الله أكبرx 3 كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا . لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.
الحمد لله الذي جعل الأعيـاد من عوا ئد الإحسان. وفوائد الامتنـان من رب الملك المنـان. إلى عباده الذين يـجتهدون في شهر رمضان بـالصيـام والتراويـح وتـلاوة الـقران. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لاشريـك له وأشهد أن سيدنـا محمدا عبده ورسوله. وصلى الله على سيدنامحمد وعلى أله وصحبه أولى العلم والعرفان وسلم تسليما كثيرا. (أمابعد):
فياعبادالله أوصيكم ونـفسي بتـقوى الله. واعلموا أن يومكم هذا يوم العيد ويوم الفـرح والسرور. ويـوم أحل الله لكم فيه الطعام وحرم عليكم فيه الصيام. لتناول المرضات الله الغفور. ولتناول الصائمين والصائمات جزيل الأجور. فاشكروا الله تعالى بالتكبير والتهليل والتحميد. إنه هو غفور شكور.
Hadirin Sidang Jama’ah Sholat Idul Fitri Yang Berbahagia
Dalam suasana yang berbahagia ini, saya berwasiat kepada diri pribadi saya sendiri khususnya, dan mengajak kepada para hadirin semua, sambil duduk bersimpuh diri marilah kita tundukkan segenap jiwa dan raga kita di hadapan keagungan Allah SWT, dengan cara selalu meningkatkan ketaqwaan dan keimanan. Yakni dengan menjalankan apa yang telah diperintahkan serta menjauhi segala macam bentuk larangan-Nya. Agar kita senantiasa mendapatkan rahmat dan ridho-Nya, sehingga kita bisa menjadi orang-orang yang mendapat-kan derajat yang mulia disisi Allah SWT, serta mendapatkan kebahagiaan fid dunya wal akhirah.
Sebab orang yang selalu ingat kepada Allah lah yang akan selalu mendapatkan ketenangan batin di dalam kehidupan ini. Allah SWT telah berfirman dalam al-Qur’an;
الذين أمنوا وتـطمئـن قلـوبـهم بذكـرالله ألا بذكرالله تـطمئـن القـلـوب
“Orang-orang yang selalu beriman dan orang-orang yang selalu tenang hatinya itu dikarenakan dia selalu ingat atau berdzikir kepada Allah, dan ketahuilah karena selalu ingat kepada Allah itu bisa menjadikan tenangnya atau tentramnya hati”.
Dan marilah kita selalu bersyukur kepada Allah SWT, karena pada saat ini kita semua bisa melaksanakan sholat Idul Fitri berjama’ah dengan diiringi kalimat takbir, tahlil dan tahmid.
Di hari ini juga semua umat Islam di seluruh penjuru dunia, baik yang ada di pelosok-pelosok desa maupun yang ada di tengah-tengah kota, yang tua ataupun yang muda dapat merasakan kebahagiaan khusus-nya kaum muslimin yang telah melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Dan semoga kebahagiaan ini tidak kita dapatkan di dunia saja akan tetapi juga kita rasakan.
من يـوم هذا إلى يـوم القيـامة (أمين أمين يارب العالمين)
Hadirin Yang Berbahagia
Sebagai umat Islam mulai detik ini kita semua telah dibersihkan dari semua dosa yang berhubungan dengan Allah SWT. Bersihnya lir kadiyo si jabang bayi yang baru lahir dari gua garbaning ibu, sebab baru saja kita semua melaksanakan ujian di dalam bulan suci Ramadhan, yakni melakukan puasa satu bulan penuh kita menahan hawa nafsu, tadarrus al-Qur’an, sholat tarawih, sholat Lailatul Qodar, dan mengeluarkan zakat fitrah, serta ibadah sosial lainnya, termasuk menyantuni fakir miskin, anak-anak yatim. Dan sekarang kita akhiri dengan sholat Idul Fitri berjama’ah. Semua itu tidak lain untuk menunjukkan bahwa yang menang menguasai jiwa kita adalah Nafsu Muthmainnah, yaitu nafsu yang selalu patuh dan tunduk kepada Allah SWT, berbakti kepada orang tua, nafsu yang selalu mengajak kepada kemaslahatan, dan keman-faatan bagi orang banyak dengan didasari semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT.
Dengan demikian marilah kita jaga ke-bahagiaan ini dengan selalu melaksanakan kebaikan-kebaikan dalam bulan syawal dan seterusnya. Suatu kenyataan yang tidak dapat kita pungkiri, bahwa pada hari raya Idul Fitri ini keadaan saudara-saudara kita berbeda-beda, ada yang bergembira juga ada yang susah serta merana. Sebagaimana saudara kita yang saat ini masih terkena musibah dan bencana, mereka kehilangan harta benda dan keluarga. Kita semua bisa membanyangkan dan merasakannya, bagaimana prihatin dan susahnya mereka, seperti juga halnya anak yatim yang masih membutuhkan kasih sayang orang tuanya, kemana mereka harus mengadu. Yang mana saat ini mereka menyaksikan teman-teman sebayanya bergandengan dan bersalaman mesra dengan kedua orang tuanya, serta bangga mengenakan pakaian yang serba baru. Akan tetapi bagi anak yatim, jangankan bersalaman dengan orang tuanya, bertemu saja dengan orang tuanya, hanyalah sebuah impian belaka, dengan linangan air mata yang diharapkan bisa menghapus kerinduannya, dia membanyangkan, “Seandainya orang tua ku masih hidup, mungkin aku bisa bergandengan dan bersalam mesra dengan orang tuaku dan mungkin aku bisa bahagia seperti teman-temanku yang lainnya”. Dan alangkah bahagianya mereka manakala rasa gembira yang kita miliki ini kita bagi-bagikan kepada anak yatim piatu.
Ada sebuah riwayat yang menceritakan: Ketika Nabi Muhammad SAW, berjalan-jalan melihat sekelompok anak-anak kecil dengan bangga dan bergembira mereka mengenakan pakaian yang serba baru, bermain dan ber-gandengan dengan bapaknya, tetapi ada satu anak kecil yang menangis dan bersedih, di bawah teras rumahnya, kemudian Rasulullah bertanya: “Kenapa kamu nak kok menangis tidak bergembira seperti teman-temanmu itu”. Anak kecil itupun menjawab: “Saya ingin memakai pakaian baru tapi tidak punya, dan saya juga ingin seperti teman-teman saya bergandengan mesra dengan ayahnya, tapi bapak saya sudah me-ninggal”. Mendengar perkataan anak kecil itu Rasulullah langsung mengeluarkan air mata, kemudian anak itu dibawa pulang ke rumah beliau dengan mengatakan: “Aku sak iki minongko bapak mu lan siti Aisyah minongko ibumu”. Oleh karena itu, Nabi bersabda kepada orang-orang yang mau menyantuni anak-anak yatim piatu.
أنـاوكافل اليتيم في الجنـة هكـذا
“Aku besok ono suwargo bareng karo wong sing gelem ngeramut bocah yatim”.
Hadirin Yang Berbahagia
Dalam suasana yang bahagia ini marilah kita perbanyak hubungan silatur rohmi, supaya kebahagiaan ini bisa tetap abadi sampai di akhirat nanti. Sebab ada tiga hal yang barang siapa melakukannya, maka dia akan dimudah-kan hisab amalnya di akhirat nanti, dan akan dimasukkan surga dengan rahmat-Nya. Ketiga hal itu adalah, memberi kepada orang yang membutuhkan, bersilaturrohmi kepada sanak saudara dan tetangga, dan juga memberi maaf kepada orang yang mempunyai salah kepada kita. Rasulullah SAW bersabda;
من أحب أن يـبسط في رزقه ويـنشاء في أثـره فليـصل رحمه
“Barang siapa yang ingin panjang umurnya, banyak rezekinya, maka laksanakanlah tali silaturrohimi”.
Sebab di dalam mengarungi samudera kehidupan di tengah-tengah masyarakat, kita semua tidak terlepas dari apa yang namanya kesalahan, kekurangan serta kekhilafan baik di-sengaja maupun tidak. Maka dari itu ber-tepatan dengan bulan Syawal ini marilah kita perbanyak silaturrohmi dengan tetangga, sanak famili, dan keluarga guna untuk meng-hilangkan dosa-dosa kita yang berhubungan dengan haqqul adam atau sesama manusia.
Kita hidup di tengah-tengah masyarakat memang sulit untuk membenahi hati, sehingga banyak sekali kesalahan-kesalahan yang kita sengaja atau tidak. Baik antara atasan dengan bawahan, bawahan dengan atasan antara kita dengan keluarga atau dengan tetangga. Lebih-lebih kepada kedua orang tua kita, yang telah merawat dan mendidik kita semua dengan belahian kasih sayang. Bahkan pinggang kedua orang tua kita, kita jadikan tempat ngenge’ dan pipis bahkan tempat olah raga, ketika kita masih kecil. Rasulullah telah bersabda:
رضا الله في رضا الوالدين وسخط الله في سخط الوالدين
“Ridhonya Allah tergantung kepada ridhonya kedua orang tua, dan murkanya Allah juga tergantung pada murkanya kedua orang tua”.
Sebab jerih payahnya kedua orang tua kita, ketika mengukir jiwa kita ketika masih kecil. Seandainya air susu ibu kita tebus dengan madu seluas samudera dan emas sebesar gunung, itu semua masih belum sepadan balas budi kita kepada kedua orang tua kita. Pintero ilmune paribasane sundul langit bisa ambles bumi, ditembak lakak-lakak, dibacok ora tedas, sugiho dunyo bronone, tapi kalau durhaka dan berani terhadap orang tua niscaya kita akan celaka hidupnya, sengsara dunia dan akhirat.
Oleh karena itu, dalam suasana yang ber-bahagia ini marilah kita gunakan untuk saling bersilaturrohim, memohon maaf dan ber-simpuh kepada kedua orang tua kita, halal bi halal sambang sinambang kepada sanak saudara dan tetangga untuk menghilangkan dosa yang berhubungan dengan sesama manusia. Marilah kita hapus semua rasa dendam, su’udzon, hasud, dengki, dan takabbur. Sekaligus kita hilangkan rasa gengsi kita. Supaya kita tidak mempunyai dosa yang berhubungan dengan haqqullah dan haqqul adam, sehingga kita kembali suci seperti si jabang bayi yang baru lahir dari gua garbaning ibu. Dan semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. dan akhirnya kita semua dijadikan orang-orang yang khusnul khotimah. Amin amin ya robbal ‘alamin.
جعلنـا الله وإيـاكـم من العـائـديـن والفـائـزيـن وأدخلنـا وإيـاكـم في زمـرة عبـاده الصـالحين.
أعوذ بـالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.
قد أفلح من تـزكـى وذكـر اسم ربـه فصلى. وقل رب اغفر وارحم وأنت خيرا لراحمين.
